Blog Bule

Jadi jangan menantikan bahasa yang fasih

Terroris Mencemar Jakarta 17/07/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 9:33 pm

Saya memrasa marah tentang beritanya bom-bom di Jakarta setelah banyak tahun-tahun damai.
Sudah pulang kampung minggu kemarin, dan ini terjadi.
Enaknya di Sydney, tapi permikiranku di Jakarta.

(n.b: aku tidak mau lupa bahasa Indonesia. Tolong, aku perlu bantuan kalian. Kalau ada kesalahan tulis- ada banyak- tolong membetuli itu. Terima kasih!)

 

Kabakaran, hukumnya dan keadilan 17/02/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 10:41 am

Di negeraku, Australi, ada berita penting tentang kebakaran gede di daerah Victoria. Banyak orang-orang meninggal waktu nyata besar membakarkan rumah-rumabh, hutan dan orang orang.

Seorang bawah polisi sudah menunduhnya untuk mengapikan-apikan kebakarkan sekerang ada namanya terbit di koran-koran di Australi dan di dunia.

Walaupun aku mual dengan siapa saja menapikan kebakaran ini, laki-laki ini seharusnya mendapat pengadilan yang tebat. Kalu jurinya sudah pekir dia bersalah sebelum pengadilan mulai, bagaimana bisa begitu?

Ada links ke infomasi lagi dibawah (pakai Bahasa Inggris):

http://www.news.com.au/story/0,27574,25059988-421,00.html

http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,25197,25059284-5013404,00.html

 

Hari Valentine… Memangnya kenapa?! 11/02/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 11:38 pm

Oh, oh, Kaget- Hari Valentine muncul lagi.

Waktu aku lebih mudah- belasan tahun – aku berpura-pura aku membenci hari Valentine. Apa dimaknai ini? Harinya untuk komersialisasi cinta. Mantan pacarku sependapat sama aku.

‘Ya,’ dia jawab, ‘betul.’ Kalau aku mau mengungkap cintaku pada mu, aku akan begitu kapan saja.'”oh, sayang,” aku jawab. ‘Itu filosofi yang hebat. Tapi kapan kamu memperlihatkan cintamu biasanya? Jarang deh!.” “Oh, jangan ngomong begitu,” dia kata lagi. “Aku pekir kamu wanita yang sederhana? Kamu dangkal nggk?”

Hmmm. Pacar ini akhirnya menjadi mantan pacar. hehe.

Tapi sekerang aku perawan tua pendapatku tentang hari Valentine sudah ganti sedikit. Masih aku tidak suka komercialasi cinta. Aku tidak mau hadiah-hadiah, atau bunga mawar.

Kalau lelakian mau berpacaran aku (tidak mungkin!), ambil aku ke hutan atau gunung, atau pantai, beli gado-gado dari warung, dan aku puas banget!

Dimaknai Hari Valentine adalah tentang pengunkapkan, bukan uang. Tapi kenapa aku menulis tentang ini?! Aku menantikan bahwa hari ini seperti hari sabtu biasa. Panjat dinding di pasar festival, makan siang sama teman-teman aku, membaca, menulis, dan mempersiapankan untuk pesta hari sabtu malam!.

Aku menjadi malu bahwa aku menulis tentang hari Valentine! Sebetulnya- aku tidak bergairah hari Valentine! Ok.. munkin sedikit saja…

Kalian punya acara untuk hari ini?

 

PENARI JAIPONGAN JADI BIADAB! 08/02/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 4:01 am

Gubenur Jawa Barat mau melarang jaipongan dan bajidoran pakai hukum antipornograpfi yang baru.

Ayo! Bagus banget. Aku marah banget melihat perempuan menari begitu. Dia kata tari seharunya dilarang karena mereka pinggul terlalu seksi. Ini menghinakan orang-orang yang baik.

Boleh aku menyarankan solusi yang lain? Kalau wanita menari terlalu ‘sexi’ dengan jaipongan, mereka harus pakai baju ‘straightjaket’ untuk pinggul dengan pengobatan listrik- “Shock therapy.” Jadi waktu penari coba menhinakan orang begitu, gubenor Jawa Barat bisa tekan tombol untuk tersetrum mereka. Karena itu, budaya tari tidak hilang, dan perempuan kampungan ini menjadi terhormat.

Tapi apa pendapatmu tentang hukuman (atau tidak) untuk orang pornografi yang lain? Misalnya: tukan bajaj. Mereka pakai baju sedikit, dan selalu memperlihatkan perut mereka di jalan! Di luar! Aku tidak bisa percaya begitu! Di mana polisi antipornografi untuk ini? Waktu aku jalan-jalan ke pasarku dekat rumah, aku lihat kira-kira lima belas tukan bajan selalu memperlihatkan selera mereka, degan lagu-lagu dangdut di latar belakang. Dan kalian sudah tahu bagaimana aku meraba-raba dangdut. SEKSI BANGET!

Tapi di mana polisi yang berhenti pornografi disini? Aku pekir, JAUH DARI SINI! Aduh!

Aku pekir Jakarta sudah hilang selalu sikap positif.

— bule sedih yang bermenung-menung

 

Bule Wanita Sombong?! 04/02/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 7:05 am

Aku menulis untuk blog bahasa inggris dengan wanita orang Australi dan Indonesia- namanya Ombak.. Maksudnya blog itu mempersatukan perempuan dari negera-negera ini. Karena sekalipun Australi enam jam dari Indonesia (naik persawat), orang Australia salah mengerti orang Indonesia, dan sebaliknya. Munkin kesalahannya media? Aku tidak suka selalu kata wartawan bersalah (aku wartawan dong!), tapi munkin situasi ini, ini kebenaran.

(Kalau wanita orang Indonesia mau menulis untuk Om’bak- Silahkan! Berangkat email kamu dibawah)

Aku menulis pakai Bahasa ingriss di blog Om’bak tentang bagaimana aku berusaha bahasa Indonesia! Laki-laki orang Indonesia berangkat komentar- dia bilang dia bisa membantu aku belajar. Aku tidak jawab karena aku sudah punya guru (halo Guru Lita!). Nanti, laki-laki ini marah banget! Dia lagi berkomentar bahwa aku sombong, dan selalu wanita bule pekir mereka terlalu “sexy” dan atas dari laki-laki orang Indonesia?

Apa sih?! Aku pekir dia mau mengajar, bukan pacaran!

Tapi dikarenakan komentar ini, aku berpekir lagi. Kenapa laki-laki orang Indonesia pekir wanita bule sombong? Aku dan banyak teman-teman wanita buleku perki laki-laki orang Indonesia ganteng banget!!

Kenapa mereka pekir kami sombong?!

 

Nikah Adil 03/02/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 12:10 am

Aku berusasah cita-cita ku menjadi lancar Bahasa Indonesia — jadi aku membaca blog Nonadita.

Dia menulis tengtang menikah dan penharapan lakian untuk wanita sebelum dia menjadi istri mereka. Nonadita kata banyak laki-laki dan mentua pakai kondisi untuk calon suaminya harus mapuan memasak konon menikah.

Aku memalukan bilang Nonadita! Aku meragu dia lebih suka nikah lebih fleksibel! Di mana hormat dia untuk tradisi dan budaya?

Aku pikir ini hal paling penting, sebelumnya ini yayasan untuk menikah. Dari sejak itu manusia prasejarah wanita memasak untuk laki-laki, ini budaya benar! Dengan cara yang sama, waktu aku cari suami, aku akan memasak untuk dia seperti menuisa prasejarah wanita.

Tapi, tentu, calon suamiku bisa berburu binatang yang buas bahwa aku bisa memasak, misalnya, gajah, harimau, dan lain lain. Seperti manuisa prasejarah saja!

Tentu suamiku tidak mau kurang pertanggungan dari aku! Kalau memasakan tugasku, dia menjadi pemburu jadi aku bisa memasak.

Ya kan?! Ini adil, nggk?

 

Berita Serius Banget 17/01/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 5:40 am

Mkasih untuk berberapa komentar, guru-guru blogku! Bermanfaat banget!

Jadi: Aku tidak pakai ‘gue’ lagi. Meskipun aku tinggal di Jakarta, aku mau belajar Bahasa Indonesia, bukan Bahasa yang mana saja!
(Tapi bisa orang saja mengajar aku kata-kata kasar? Aku tidak tahu bagaimana bisa jawab waktu laki-laki di jalan menghina aku!)

2. Sudah tahu: Keren, bukan kren! Ini bukti nyata aku bukan keren ‘abis.

Hihihi.

Ayo. Untuk Belajar hari ini, aku mencoba membaca koran Bahasa Indonesia. Tempo? Nggak! Merdeka? Tidak sama sekali! Kompass? Eh, Kamu bercanda! Bahkan Orang Indonesia pekir itu terlalu sulit!
Tidak, hari ini, aku membeca koran yang bersifar puitis dan liris:

NON STOP!

Ya, seperti Lampu Merah, Non Stop memamerkan penulis yang paling bagus di Indonesia.
Aku senang sekali aku membaca ini. Bule di Indonesia biasanya ada “The Jakarta Globe” dan “The Jakarta Post”, dan berberapa majalah Bahasa Ingriss lain-lain tentang mode atau orang kaya, untuk menjadi berpengetahuan tentang Indonesia.

Nyata, ini tidak cukup. Sejak aku membaca ‘non-stop’, aku menyadar aku belum tahu tentang hal-hal yang paling penting di Indonesia. Sebelumnya, aku pekir korupsi, pollusi, macet, malnutrisi, kemiskinan dan masalah dengan lingungan hal-hal yang paling buruk di Jakarta dan Indonesia.

Tapi Non-Stop membetulkan aku.
Non-Stop beritahu aku bahwa PENGOYANG DANGDUT HOT MENJADI BANGKRUT!
Aduh, Dunia ini sanget curang.

Aku kasihan pengoyang dangdut hot ini. Cantik banget, tapi harus peralih profesi. Mereka mau bergoyang saja, tapi selera masyarakat sudah ganti. Mereka pekir dangdut terlalu kampungan dan vulgar untuk selera mereka. Tahu apa? Aku pekir masyarakat sombong!Gadis-gadis ini mau expressi tari dan lagu puitis saja dan masyarakat pekir mereka kampungan. Ok- jadi munkin mereka berdiri dari kampung. Dan munkin mereka adalah sedikit kampungan. Tapi mereka saja mau menjadi bintang. Dan banyak sasiun TV membatalkan program mereka yang tersebut sebelum.

Alasanya, kata “pengamat” mengutip oleh Non Stop: Penyanyi Dangdut kurang kreatif dari penyanyi pop & band.
Ok, Munkin penyanyi dangdut tidak menulis lagu mereka, atau melaku sesuatu kecuali bergoyang. Tapi kamu tahu bagaimana sulit “grilling”? SUSAH BANGET, dong, aku sudah mencoba begitu di dalam tempat dangdut di Jakarta.

Aku mau merencanakan petisi supaya berhenti ketidakadilan besar ini! Kalian tolong aku?Atau kamu tidak cukup kampungan dan terlalu sombong untuk itu?

Salam,

Bule kampungan