Blog Bule

Jadi jangan menantikan bahasa yang fasih

Kabakaran, hukumnya dan keadilan 17/02/2009

Filed under: Uncategorized — belindal @ 10:41 am

Di negeraku, Australi, ada berita penting tentang kebakaran gede di daerah Victoria. Banyak orang-orang meninggal waktu nyata besar membakarkan rumah-rumabh, hutan dan orang orang.

Seorang bawah polisi sudah menunduhnya untuk mengapikan-apikan kebakarkan sekerang ada namanya terbit di koran-koran di Australi dan di dunia.

Walaupun aku mual dengan siapa saja menapikan kebakaran ini, laki-laki ini seharusnya mendapat pengadilan yang tebat. Kalu jurinya sudah pekir dia bersalah sebelum pengadilan mulai, bagaimana bisa begitu?

Ada links ke infomasi lagi dibawah (pakai Bahasa Inggris):

http://www.news.com.au/story/0,27574,25059988-421,00.html

http://www.theaustralian.news.com.au/story/0,25197,25059284-5013404,00.html

Iklan
 

4 Responses to “Kabakaran, hukumnya dan keadilan”

  1. Ash Says:

    Bahasa Indonesia mu bagus sekali. aku harus belajar lebih supaya aku nggak ‘bule bodoh’.

    aku nggak mengerti semua tulisan mu, tapi mengerti sedikit.

    kebakaran di Victoria sangat sedih.

  2. Sputnik Says:

    Hallo,

    haha! blog kamu lucu sekali! Dan bisa di liat bahasa-nya maju dengan tiap isian. pantang menyerah ya!.

    Sputnik

  3. djaka Says:

    Do you accept corrections/advises? I won’t lie that the text is quite “imperfect”, so to say 🙂 Let me rewrite the first paragraph:

    Di negaraku, Australia, kebakaran besar di Victoria sedang menjadi berita utama. Banyak orang yang tewas sewaktu/ketika api besar membakar (puluhan/ratusan?) rumah, semak (bush), dan menelan korban jiwa.

    Spelling: negera > negara, Australi > Australia, membakarkan > membakar.

    Structure: I change the structure of the 1st sentence. Indonesian usually put the main aspect (not necessary the subject) in the first part of a sentence. “Banyak orang-orang” is redundant: either “orang-orang” or “banyak orang” (I prefer the latter). “Meninggal” is very general, “tewas” (death as a victim of s.t.) is preferable. Don’t say “api membakar orang” in such circumstance. In formal Indonesian, esp. in public writing but not scientific, avoid direct sentences regarding one’s fate (in an accident): impolite.

    The second and third paragraph, frankly speaking, are a kind of difficult to grasp. He he. Keep writing!

  4. ivo Says:

    maybe mengapi-apikan kebakaran= menyalakan api penyebab kebakaran..atau lebih mudah menjadi = menyebabkan kebakaran
    ayoooo kamu bisa! :))


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s